Vaksinasi Saat Hamil

Vaksinasi Saat Hamil

Kali ini saya akan mencoba merangkum sedikit postingan saya di twitter mengenai Vaksinasi saat sedang hamil. Pasti setiap ibu hamil pernah terpikir dan bertanya “Apakah vaksinasi diperbolehkan saat hamil?”


Vaksinasi sendiri artinya memasukkan bagian virus/bakteri yang sudah mati, atau yang masih hidup tetapi sudah dilemahkan ke tubuh ibu. 


proxy?url=http%3A%2F%2F4.bp.blogspot.com%2F-eNo7S6ACORU%2FUsquXD1RhGI%2FAAAAAAAAAIc%2FYiaURTrGYeU%2Fs1600%2Fvaccinee.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*


Tujuannya adalah merangsang sistim pertahanan tubuh untuk membuat "tentara" yang mengenali virus/bakteri ini jika nanti menyerang tubuh.


Pertanyaanya bolehkah ini dikerjakan saat hamil dengan adanya risiko virus/bakteri akan menyerang janin?


Secara teoritis pemberian vaksin, terutama virus/bakteri yang masih hidup (live attenuated) dilarang saat hamil, karena risiko pada janin.


Dan sebagian besar vaksinasi aktif, dilarang dikerjakan saat hamil, menurut panduan CDC.


Pemberian vaksinasi saat hamil hanya boleh dikerjakan jika keuntungan melebihi risiko penyakit pada ibu atau janin.


Sedangkan pemberian vaksinasi pasif, boleh dikerjakan jika ada indikasi penyakit pada ibu/janin.


Secara ringkas vaksinasi yang boleh diberikan saat hamil: Hepatitis, Influenza (virus mati), Tetanus, dan Diphteria.


proxy?url=http%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com%2F-uDOzAHQjw0A%2FUsquhXvICqI%2FAAAAAAAAAIk%2FIQJymly9y-Q%2Fs1600%2Ft1larg.hpv.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*


Skrining hepatitis saat hamil wajib dikerjakan karena pencegahan penularan ke bayi bisa dikerjakan melalui vaksinasi aktif dan pasif.


Ibu hamil dengan risiko tinggi Hepatitis B wajib divaksinasi saat hamil.


Risiko tinggi Hepatitis B: suka berganti pasangan, pengguna narkoba, punya penyakit kelamin, punya pasangan dengan Hepatitis (+).


Vaksin HPV (pencegahan Ca cerviks) dilarang diberikan saat hamil.


Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) [Campak, rubella] tidak boleh diberikan saat hamil.


Vaksin tetanus wajib diberikan pada ibu hamil yang belum pernah mendapat vaksinasi ini sebelumnya


Meskipun pemberian vaksin tetanus bisa kapan saja saat hamil, waktu paling optimal adalah usia 27-36 minggu.


Sedangkan selain yang direkomendasikan di atas, maka vaksinasi tidak dianjurkan saat hamil.


Jika seorang wanita mendapat vaksinasi, maka sebaiknya ia tidak hamil dalam waktu 4 minggu (1 bulan) setelah vaksinasi terakhir.


Semoga penjelasan singkat ini bisa bermanfaat.


dr. Aldika Akbar SpOG

Dokter Spesialis Kandungan Surabaya

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial