Toksoplasmosis Dalam Kehamilan
Selasa, 09 Oktober 2018
drAldi.com
Bagikan

Toksoplasmosis Dalam Kehamilan

Seringkali kita mendengar istilah infeksi toksoplasma, toxoplasmosis, pemeriksaan TORCH dan lain sebagainya. Toxoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan parasit toxoplasma gondii. Meskipun infeksi ini tidak menyebabkan masalah yang terlalu serius bagi wanita sehat, namun menjadi masalah bagi ibu hamil karena risiko penularan pada janinnya. 

Infeksi pada janin bervarasi, mulai ringan sampai berat, kecacatan janin, keguguran, kematian janin dalam rahim, gangguan saraf dan perkembangan otak jangka panjang dll. Risiko penularan pada janin menjadi jauh lebih besar jika semakin tua usia kehamilan saat ibu terinfeksi pertama kali, namun keparahannya berkurang. Sebaliknya pada usia kehamilan muda risiko janin tertular sangat kecil, namun jika terkena infeksi pada saat ini maka gejalanya akan sangat berat/parah.

img-1539045842.jpg

Toksoplasmosis disebabkan oleh infeksi parasit Toxoplasma Gondii, yang hidup pada kucing, yang bereproduksi pada saluran pencernaannya. Kucing akan terinfeksi parasit jika memakan ikan/daging yang terinfeksi atau daging mentah, susu yang tidak dipasteurisasi, atau air yang terkontaminasi. Parasit kemudian membentuk oosit di dalam perut kucing, yang akan dikeluarkan melalui kotorannya jutaan tiap harinya selama 3 minggu (Kucing tidak akan tampak sakit). Oosit menjadi infeksius (dapat menularkan penyakit) setelah 24 jam dikeluarkan dari tubuh kucing, dan dapat hidup di tanah, pasir, tanaman, air, sampai kurang lebih 18 bulan. 

Selama periode ini mereka akan tersebar, mengkontaminasi air, buah-buahan, tanaman, sayuran, dan dapat menginfeksi manusia jika kontak dengannya atau memakannya secara tidak sengaja. Jadi anda dapat terinfeksi oosit toxoplasma karena kontak langsung dengan kotoran kucing (seperti saat memberi makan kucing, membersihkan kandangnya), atau saat terpapar oosit dimana saja (ketika berkebun, memakan sayuran yang tidak dicuci, atau meminum air yang terkontaminasi)

Gejala jika seseorang terkena toksoplasmosis sifatnya tidak spesifik, bahkan seringkali ibu tersebut tidak merasakan apa2 (sama seperti kondisi sehat). Beberapa gejala yang mungkin dirasakan:  Pembengkakan kelenjar, nyeri otot, tubuh terasa lelah, demam, nyeri tenggorokan, kulit kemerahan.

Selain gejala klinis, maka infeksi toksoplasma dapat dipastikan dengan pemeriksaan darah. Hasil pemeriksaan darah akan menunjukkan apakah ibu terkena infeksi akut, infeksi yang sudah lama, apakah saat ini sudah memiliki kekebalan apa belum terhadap parasit ini. Skrining toksoplasma dalam kehamilan tidak direkomendasikan untuk dikerjakan secara rutin oleh ACOG, perkumpulan dokter kebidanan Amerika. Maka diskusikan dulu dengan dokter kandungan anda apa untung ruginya melakukan pemeriksaan ini.

Jika ternyata anda terinfeksi toksoplasma saat hamil, maka dokter akan memberikan antibiotik untuk mengurangi kemungkinan transmisi parasit ke janin. Kepastian janin terinfeksi atau tidak dapat dilihat dari pemeriksaan amniocentesis. Dokter akan mengambil cairan ketuban dengan menusukkan jarum melalui perut, kemudian mengevaluasi di lab apakah mengandung parasit tersebut. Selain itu dokter kandungan akan melakukan USG secara berulang untuk mendeteksi ada tidaknya kecacatan pada janin yang disebabkan parasit ini. Jika bayi terinfeksi pada usia kehamilan muda maka dapat terjadi kecacatan bawaan, seperti gangguan otak, gangguan perkembangan mental dan motoris, cerebral palsy, epilepsi, dan mengenai organ lain, terutama mata, menyebabkan gangguan penglihatan. 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menghindari terkena toksoplasma dalam kehamilan:
  • Cucilah tangan dan apa saja yang anda pakai saat mempersiapkan daging mentah, ayam, ikan, buah atau sayur
  • Jika memiliki kucing, mintalah orang lain untuk “mengurusnya” saat anda sedang hamil. Jika terpaksa harus membersihkan kucing, maka gunakan sarung tangan, masker dan kacamata. Pastikan anda mencuci tangan setelah itu.
  • Makanlah daging yang matang, hindari daging setengah matang. 
  • Jika berkebun, menyentuh tanah, gunakan sarung tangan, dan cucilah setelah selesai.
  • Cuci buah dan sayuran sebelum dimakan.
  • Hindari meminum air yang belum disiapkan (air mentah). 

Sebaiknya anda mendiskusikan dengan dokter kandungan anda jika berencana hamil/sedang hamil dan memelihara kucing, atau memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan tanah, kebun, menangani sayur/buah mentah. Dokter kandungan akan menentukan apakah anda berisiko, apakah perlu dilakukan pemeriksaan darah, dan terapi. 

Semoga bermanfaat.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar