Skrining Diabetes Gestasional

Skrining Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional, atau kencing manis dalam kehamilan adalah gangguan toleransi glukosa yang ditemukan pertama kali pada kehamilan. Tiap ibu yang hamil memiliki risiko mengalami diabetes gestasional, terutama pada trimester kedua (meskipun pada ibu yang tidak memiiki riwayat diabetes sebelumnya). Hal ini terjadi disebabkan adanya perubahan metabolisme glukosa yang dipengaruhi hormon kehamilan, dan ditunjang adanya "bakat terpendam" yang sudah dimiliki ibu tersebut. Diabetes gestasional terjadi pada 3-10% kehamilan.

Terjadinya diabetes gestasional menimbulkan risiko yang signifikan bagi ibu dan janin. Pada ibu berisiko mengalami diabetes yang menetap dalam kurun waktu 3 tahun yang akan datang. Sedangkan risiko pada bayi yang dilahirkan dengan ibu mengalami diabetes gestasional cukup banyak: risiko bayi besar, risiko cedera saat lahir 2x lipat, risiko bahu tersangkut saat lahir sampai kematian bayi, risiko cedera saraf lengan, 3x lipat risiko harus menjalani operasi sesar, dan 4x lipat risiko bayi harus dirawat di NICU. Dan juga ada risiko bayi mengalami hipoglikemia saat lahir.  

Yang terpenting untuk mengantisipasi hal ini adalah dengan melakukan skrining diabetes gestasional secara rutin pada semua ibu hamil. Dengan melakukan skrining rutin maka dapat dideteksi ibu yang mengalami diabetes gestasional sehingga dapat segera dilakukan penanganan dan mencegah komplikasi. Skrining diabetes gestasional dapat dilakukan dengan mudah. Semua ibu hamil pada usia kehamilan 24-28 minggu wajib melakukan pemeriksaan Tes Toleransi Glukosa Oral 50 gram. Caranya ibu tidak perlu puasa diberikan minum air bercampur gula 50 gram, kemudian diambil darah 1 jam kemudian. Jika didapat nilai abnormal maka artinya ibu memiliki risiko yang sangat tinggi mengalami diabetes gestasional dan harus dilanjutkan ke pemeriksaan diagnostik. Pemeriksaan diagnostik dilakukan dengan Tes Toleransi Glukosa Oral 100 gram, yang memerlukan pengambilan darah lebih banyak (4 kali). Jika hasilnya abnormal maka ibu sudah dipastikan menderita diabetes gestasional.

Pada ibu dengan faktor risiko yang sangat tinggi mengalami diabetes gestasional, maka skrining perlu dikerjakan pada trimester pertama. Ini meliputi ibu dengan kegemukan berat, riwayat diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya, adanya glukosa pada urine, adanya PCOS, dan riwayat keluarga diabetes melitus.

Penting untuk menemui dokter kandungan anda dan melakukan skrining diabetes gestasional agar dapat mencegah risiko komplikasi yang mungkin ditimbulkan oleh penyakit ini

 

Semoga bermanfaat,

 

 

dr. Aldi 

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial