Selamatkan Bayi Anda dari Hepatitis!

Selamatkan Bayi Anda dari Hepatitis!

Tahukah anda bahwa hepatitis B adalah masalah yang sangat serius pada kehamilan? Karena jika ibu hamil terinfeksi hepatitis B maka ia memiliki risiko yang sangat tinggi untuk menularkan penyakitnya pada bayi yang dikandungnya. Semakin muda usia saat tertular hepatitis, maka semakin besar risikonya menjadi kronis. Penyakit hati kronis masih merupakan masalah kesehatan utama di dunia, karena kurang lebih 600.000 orang meninggal/tahun disebabkan karena komplikasi hepatitis kronis, seperti gagal hati akut, sirosis dan kanker hati.


proxy?url=http%3A%2F%2F4.bp.blogspot.com%2F-HesKMs6R1Os%2FUNEfInIiMDI%2FAAAAAAAAAE8%2FWed7IE5LLk8%2Fs1600%2Fhepatitis-b.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*


Hepatitis B adalah virus yang menyerang hati/liver, yang dapat berkembang menjadi kerusakan hati akut, sirosis hepatis, dan kanker hati. Virus ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual, kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi, dan penularan dari ibu hamil ke janinnya saat persalinan. Pada saat proses persalinan, maka janin akan mengalami kontak dengan cairan tubuh ibunya (darah, cairan vagina dll), pada saat inilah janin memiliki risiko tinggi terinfeksi hepatitis. 


Dokter akan memberikan imunisasi dan vaksinasi pada janin baru lahir yang ibunya terinfeksi hepatitis untuk mencegah penularan virus tersebut. Prosedur ini akan menurunkan secara signifikan risiko janin tertular hepatitis dari ibu. Karena itu masa depan seorang ditentukan hanya dalam 12 jam pertama hidupnya. Jika ia tidak mendapatkan imunisasi/vaksinasi hepatitis dalam periode itu, maka kemungkinan besar di masa depannya ia akan mengidap penyakit hepatitis kronis yang dapat berkembang menjadi kanker hati.

 

proxy?url=http%3A%2F%2F3.bp.blogspot.com%2F-0tMOMWHRh-E%2FUNEfUnqViyI%2FAAAAAAAAAFE%2F16uNbyztbFc%2Fs320%2Fhbv1.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*


Karena itu sangat penting untuk mengetahui status hepatitis ibu saat hamil. Sebaiknya saat/sebelum hamil ibu harus dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui status hepatitisnya, apakah bebas infeksi, terinfeksi, berisiko menularkan penyakit ke janin/tidak, atau kebal hepatitis. Dengan mengetahui status hepatitis ibu, maka dokter dapat melakukan tindakan-tindakan untuk mencegah penularan hepatitis ke janin. Sebuah hal yang sederhana, melakukan pemeriksaan darah saat hamil, dapat menenetukan masa depan seorang anak.


Apakah ibu boleh menyusui bayinya jika terkena hepatitis? Asalkan bayi sudah mendapat imunisasi dan vaksinasi, maka boleh menyusui. Karena keuntungan menyusui jauh lebih besar daripada risikonya tertular hepatitis, sehingga jika bayi sudah mendapat imunisasi hepatitis sebaiknya tetap disusui. Penelitian telah membuktikan risiko terkena infeksi hepatitis pada bayi yang menyusui dan telah mendapat imunisasi hepatitis tidak beda dengan bayi yang tidak menyusui.


Karena itu segera periksakan status hepatitis anda sejak berencana hamil/saat hamil, sehingga dokter dapat melakukan pencegahan penularan ke janin. Namun bagaimanapun tidak ada 100% keberhasilan, meskipun semua langkah tersebut telah dilakukan masih ada kemungkinan kecil bayi tetap terinfeksi.


Sebuah langkah kecil (memeriksakan status hepatitis), ternyata dapat menyelamatkan masa depan bayi anda.


dr. ALdika Akbar SpOG

Dokter Spesialis Kandungan Surabaya

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial