Rekomendasi Pemeriksaan Laboratorium Pada Kehamilan
Rabu, 07 November 2018
drAldi.com
Bagikan

Rekomendasi Pemeriksaan Laboratorium Pada Kehamilan

Pada saat hamil, ibu disarankan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kondisi kesehatan secara umum. Berikut beberapa pemeriksaan laboratorium yang direkomendasikan untuk diperiksa pada saat hamil.

 

Pemeriksaan laboratorium saat hamil muda:

  • Pemeriksaan darah lengkap: terutama ditujukan untuk mendeteksi adanya anemia (kurang sel darah merah pada tubuh). Jumlah lekosit dan trombosit juga berguna untuk mengetahui kondisi kekebalan tubuh dan kemampuan pengendapan darah.
  • Golongan darah (termasuk Rhesus): Ibu dengan rhesus negatif memiliki risiko yang cukup berbahaya pada janin (jika memiliki rhesus positif), yaitu berupa ketidak cocokan golongan darah. 
  • Pemeriksaan urine (kencing): berguna untuk mendeteksi adanya infeksi saluran kencing, atau potensi kelainan pada ginjal.
  • Pemeriksaan infeksi (HIV-Hepatitis B-Sifilis): Untuk mengetahui kondisi infeksi pada ibu. Jika ada infeksi ini dapat dilakukan penanganan khusus untuk mencegah penularan pada janin.
  • TORCH (Khususnya Rubella): rubella berpotensi menyebabkan kelainan bawaan pada janin, skrining TORCH perlu dilakukan untuk mengetahui hal ini. 

 

Pada trimester berikutnya atau kehamilan lanjut, disarankan melakukan pemeriksaan:

  • Pemeriksaan darah lengkap ulang
  • Skrining gula darah: dikerjakan pada usia kehamilan 24-28 minggu dengan melakukan tes toleransi glukosa oral. 
  • Pemeriksaan laboratorium lain sesuai indikasi

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar