Proses Persalinan

Proses Persalinan

[if gte mso 9]>0015683239Airlangga University267380014.0 [if gte mso 9]>Normal0falsefalsefalseEN-USJAX-NONE[if gte mso 9]> [if gte mso 10]> StartFragment-->

Seringkali ibu yang hamil pertama menghadapi persalinan dengan bingung, krn ketidak tahuannya. Sebagian ibu hamil sudah mempersiapkan diri dengan baik, dengan banyak membaca dan mencari informasi. Bagaimana bumil tahu proses persalinan sedang terjadi? Apa saja yang terjadi? Bagaimana prosesnya? Ketidaktahuan akan menimbulkan ketakutan dan ketidak siapan, yang bisa berujung kesulitan dalam proses persalinan nantinya.


Yang pertama perlu diketahui adalah tanda2 persalinan. Apa saja? Pertama, keluarnya darah bercampur lender dari kemaluan.  Ini bias terlihat berupa bercak di celana dalam. Bisa jg bercak lender darah ini muncul ketika bumil sedang buang air kecil. Kedua, adalah keluarnya air ketuban dari kemaluan. Biasanya berupa air jernih, keluar tidak terasa (beda dengan air kencing). Terkadang keluar air ketuban tanpa memasuki proses persalinan ini disebut Ketuban Pecah Prematur (baca artikelnya di draldi.com). Umumnya jika ketuban pecah maka akan diikuti munculnya kontraksi rahim yg sering, kuat dan teratur. Ketiga, adalah muncul kontraksi yang sering dan teratur, makin lama akan makin kuat dan lama. Nyeri yang muncul saat kontraksi rahim mirip seperti nyeri menstruasi/haid, terasa di perut tembus menuju ke pinggang.

 

Proses persalinan sendiri bisa dibagi menjadi tiga tahap, yang masing2 berbeda perannya. Tahap 1, ini dimulai dari mulut Rahim belum terbuka sampai menipis dan membuka sempurna (pembukaan lengkap). Ini biasanya periode paling lama, bumil sering mendengar jika dokter menyebut pembukaan berapa cm. Proses ini dimulai dari cerviks belum terbuka (0 cm), sampai pembukaan lengkap (10 cm). Periode ini pun dibagi lagi menjadi dua: fase laten dan fase aktif. Fase laten, dimulai dengan kontraksi ringan, cerviks mulai membuka sedikit. Ibu masih bisa beraktivitas ringan. Fase aktif, jika kontraksi menjadi sangat kuat dan sering, fase dimana perjuangan untuk melahirkan benar2 terasa. Kontraksi biasanya sangat sering, bisa tiap 3-4 menit sekali, dengan tiap kontraksi bisa 40-60 detik atau lebih. Fase laten pada bumil pertama bisa berlangsung 8-9 jam, sedang fase aktif berlangsung 5-6 jam. Pada hamil kedua biasanya proses persalinan berlangsung lebih cepat.

 

Ketika pembukaan mulut Rahim sudah lengkap (10 cm), maka persalinan memasuki tahap 2. Tahap 2 inilah proses perjuangan ibu mengeluarkan bayinya dari kemaluan. Dokter akan membantu ibu untuk mengejan/mengeran untuk mengeluarkan bayi. Bumil akan merasa seperti ingin BAB, ada sensasi panas dan teregang pada vagina saat ini. Terkadang ada robekan pada jalan lahir, atau dokter yang mengunting (episiotomi) untuk memperlebar jalan lahir agar persalinan lebih mudah. Pengaturan nafas dan tekhnik mengejan yang baik penting agar proses persalinan berjalan lebih mudah.

 

img-1407571781.jpg

Setelah bayi lahir, maka persalinan memasuki tahap 3 dimana dokter akan mengeluarkan ari2 atau placenta dari kemaluan. Setelah selesai, maka dokter akan memeriksa Rahim, jalan lahir, memastikan tidak ada perdarahan pasca persalinan, termasuk menjahit bekas robekan jalan lahir tadi. Jika tidak ada perdarahan maka bumil akan diawasi secara ketat minimal selama 2 jam kemudian. Begitulah proses persalinan yang mesti dilalui ibu hamil saat mengeluarkan bayinya, berat tapi sangat sepadan.

 

Yang patut diingat bahwa tidak ada yang bisa memprediksi akan munculnya komplikasi saat persalinan. Sehingga sejak awal bumil mesti menyiapkan mental jika terjadi komplikasi, termasuk jika persalinan gagal dan harus diakhiri dengan operasi sesar. Komplikasi perdarahan pasca salin pun tdk bisa diprediksi, jika terjadi risiko sampai operasi pun bisa muncul untuk menghentikan perdarahan tersebut.

 

Semoga bermanfaat.

EndFragment-->

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial