Persalinan Prematur
Senin, 31 Maret 2014
drAldi.com
Bagikan

Persalinan Prematur

Persalinan Prematur terjadi jika ibu hamil mengalami proses persalinan sebelum usia kehamilan 37 minggu. Bayi yg lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu disebut bayi prematur. 1/4 dari Persalinan Prematur memang direncanakan dokter, krn indikasi medis yang mengharuskan melahirkan bayi. Contohnya: preeclampsia, perdarahan pada plasenta previa, gawat janin, ketuban habis dll. Sisanya (3/4) Persalinan Prematur terjadi secara spontan, ini yang akan kita bahas.


Ibu hamil akan mengalami Persalinan Prematur jika muncul kontraksi dini, ketuban pecah prematur, atau mulut rahim ada kelainan. Bayi prematur memiliki masalah kesehatan yang serius, bahkan bisa sampai kematian bayi. Bayi prematur memiliki problem pernafasan, risiko perdarahan otak, gangguan pencernaan, risiko tinggi infeksi dan kuning dll.

img-1396267245.jpg

Bayi prematur yang lahir usia 34-37 minggu (prematur akhir) memiliki kesehatan yg lebih baik dibanding lahir sebelumnya. Bayi2 prematur biasanya membutuhkan perawatan lama di NICU, dan mahal.


Apa penyebab Persalinan Prematur Spontan?

  • Infeksi, mulai infeksi vagina/kemaluan, penyakit menular seksual, sampai infeksi saluran kemih/kencing.
  • Ada kelainan plasenta, misal plasenta previa, atau solusio plasenta.
  • Rahim yang terlalu besar, misal pada hamil kembar, atau kelebihan air ketuban (polihidramnion)
  • Ada kelainan pada rahim (myoma dll) atau mulut rahim (terlalu pendek dan tipis)
  • Menjalani operasi saat hamil, misal operasi appendiks, kandung empedu, atau kista yang besar.


Apa faktor risiko Persalinan Prematur? 50% tidak diketahui, sisanya:

  • Faktor risiko lain: riwayat Persalinan Prematur sebelumnya, hamil kembar, usia <17 thn atau > 35 thn, Ibu kurang gizi/terlalu kurus.
  • Mengalami tanda2 keguguran di trimester pertama, kurang darah (anemia), merokok, alkohol, pecandu narkotika & obat-obatan.
  • Sosial ekonomi rendah, tidak pernah kontrol kehamilan (antenatal care).
  • Stres fisik atau psikis, juga bisa menyebabkan Persalinan Prematur


Gejala Persalinan Prematur sama spt persalinan biasa, yaitu kontraksi rahim yg sering, keluar lendir darah, atau cairan ketuban.


Apa yang bisa dikerjakan untuk mengurangi risiko Persalinan PrematurKarena 50% penyebab tidak diketahui, maka yang terutama (spt yg sering saya anjurkan) adalah berpola hidup sehat. Makan sehat, istirahat cukup, banyak minum air putih, periksa hamil ke dokter sejak dini dan rutin, olahraga teratur. Atasi stres psikis maupun fisik, hindari atau stop kebiasan2 buruk yang tidak sehat (merokok-alkohol-obat). Dgn pola hidup sehat spt di atas maka sudah cukup signifikan mengurangi risiko Persalinan Prematur.


Jika riwayat kehamilan sebelumnya pernah Persalinan Prematur, maka dokter bisa merujuk ke dokter kandungan subspesialis fetomaternal, yaitu dokter kandungan yang memiliki keahlian khusus di bidang penanganan kehamilan berisiko tinggi. Selain pola hdup sehat, pemberian obat penguat kandungan juga disarankan. Konsultasi yang baik dengan dokter yang merawat anda.


Kenali tanda2 Persalinan Prematur, dan secepatnya kontrol/cek ke RS jika gejala tersebut muncul. Jika didapatkan Persalinan Prematur pada usia kehamilan yang masih sangat dini (< 34 minggu), maka dokter akan menyarankan opname di RS. Akan dilakukan perawatan di RS untuk menunda persalinan, sambil diberikan obat untuk merangsang pematangan paru janin. Terkadang Persalinan Prematur bisa ditunda, namun sebagian besar akan terus berjalan prosesnya sehingga terjadi Persalinan Prematur.


Gejala2 Persalinan Prematur: flek, keluar darah campur lendir, keputihan menjadi kental dan banyak, nyeri/kram perut hilang timbul.  Nyeri pinggang atau punggung, terus menerus, makin sering. Itu adalah tanda2 yang harus diketahui ibu hamil. Jika muncul gejala tsb, segera hubungi dokter anda dan ke RS.


Demikian sekilas informasi ttg Persalinan Prematur.


dr. Aldika Akbar SpOG

Dokter Spesialis Kandungan Surabaya

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar