Perdarahan Pasca Persalinan

Perdarahan Pasca Persalinan

Setiap kondisi dalam hidup kita pasti memiliki risiko, risiko adalah kejadian tidak diinginkan yang terjadi sewaktu2 yang menyertai tiap aktivitas kita. Tidak ada aktivitas yang bebas risiko, termasuk persalinan. Salah satu risiko yang mungkin terjadi pada persalinan adalah adanya perdarahan pasca persalinan (Post Partum Hemorrhage/ #PPH).  #PPH ini bisa terjadi pada semua persalinan dengan ada atau tidaknya faktor risiko.


Disebut #PPH jika setelah persalinan terjadi perdarahan yang sangat banyak sehingga menggangu kondisi tubuh ibu sampai mengancam jiwa jika tidak tertangani dengan segera. Sebagian besar perdarahan yang terjadi pasca persalinan jumlahnya tidak banyak dan dapat segera dihentikan dengan penanganan dokter, ini normal. Tubuh ibu juga sudah menyiapkan terjadinya perdarahan saat melahirkan dengan meningkatkan jumlah cairan darah selama hamil.

 

Jika terjadi #PPH maka tubuh ibu akan kekurangan cairan sehingga timbul gejala pusing, lemas, lemah, nadi cepat, pingsan, kencing berkurang. Kondisi ini jika berlanjut dapat menyebabkan syok yang dapat mengancam jiwa. Penanganan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sangat penting pada kondisi ini.

 

#PPH dibagi dua macam berdasar penyebabnya, #PPH dini (terjadinya < 24 jam setelah persalinan) dan #PPH lanjut (munculnya > 24 jam setelah persalinan). Sekitar 90% #PPH muncul < 24 jam setelah persalinan (#PPH dini).

 

Saat menjelang persalinan, aliran darah ke rahim sekitar 500-800 cc/menit, sehingga jika proses penghentian perdarahan tidak terjadi maka keluarnya darah akan sangat cepat pada #PPH. Setelah lahirnya janin dan ari2 maka rahim akan berkontraksi sehingga ukurannya bertambah kecil. Kontraksi rahim ini sangat penting untuk menutup pembuluh2 darah di dalam rahim yang terbuka setelah lepasnya ari2, proses ini lah yang menghentikan perdarahan. Jadi kontraksi rahim yang baik, keras adalah mekanisme yang sangat penting untuk mencegah #PPH.

 

Jika rahim tidak berkontraksi dgn baik maka akan terjadi #PPH hebat, ini disebut Atonia Uteri. Salah satu kondisi penyebab #PPH paling sering. Penyebab #PPH dini lain: plasenta lengket pada dinding rahim dan sulit dilepas, robekan jalan lahir yg luas krn proses melahirkan, keluarnya rahim ke kemaluan (sangat jarang), atau krn gangguan pembekuan darah dari ibu. Itulah penyebab2 tersering dari #PPH.

 

Jika terjadi #PPH, maka tim dokter akan berkoordinasi melakukan pertolongan. Pertolongan pertama bertujuan menstabilkan kondisi ibu, dengan mengganti cairan darah yang keluar. Biasanya dengan pemasangan infus, pemberian cairan2 sampai transfusi darah. Kemudian pemberian oksigen/alat bantu nafas untuk menormalkan pasokan udara yang terganggu. Penanganan selanjutnya tergantung dari penyebabnya.  Secara detail nanti akan dibahas secara terpisah.

 

Beberapa faktor risiko #PPH: riwayat #PPH, riwayat kehamilan, kehamilan kembar, penyakit penyerta, riwayat penyakit darah, obat-obatan, infeksi, persalinan dengan alat, dll.

 

Tiap tindakan tidak lepas dari risiko, naik mobil berisiko kecelakaan, olahraga berisiko cedera. Termasuk persalinan ada risiko perdarahan pasca persalinan yang bisa muncul sewaktu2 dan tidak bisa diprediksi. Melahirkan di tempat yang lengkap peralatan medis, dan tenaga dokternya adalah salah satu hal yang bisa dikerjakan untuk meminimalkan risiko #PPH dan risiko terlambatnya penanganan. Dengan melahirkan di tempat yang tidak lengkap peralatan medis maupun tenaga medis nya maka penanganan #PPH (jika terjadi) akan tertunda karena perlu dirujuk dulu ke RS yang mampu menangani #PPH.

 

dr. Aldika Akbar SpOG

Dokter Spesialis Kandungan (Obgyn)

Surabaya

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial