Pencegahan Preeklampsia

Pencegahan Preeklampsia

Dapatkah preeklampsia dicegah, itu adalah pertanyaan yang masih terus dicari jawabannya oleh para peneliti. Sampai saat ini penyebab pasti preeklampsia belum diketahui, hanya dianggap kehamilan (janin dan plasenta) sebagai faktor utama. Namun banyak faktor risiko yang sudah diidentifikasi terkait dengan kejadian preeklampsia, seperti:

  • ·      Riwayat preeklampsia sebelumnya
  • ·      Riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi
  • ·      Kehamilan pertama
  • ·      Kehamilan kembar
  • ·      Usia ibu > 35 tahun atau < 20 tahun
  • ·      Obesitas
  • ·      Penyakit tertentu

 

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya preeklampsia adalah dengan mengurangi faktor risikonya. Ada faktor risiko yang bisa diubah dan ada yang tidak bisa. Faktor risiko yang bisa diubah dapat dihilangkan/dikurangi sehingga mengurangi risiko terjadinya preeklampsia. Contohnya: ibu dengan obesitas, akan lebih baik jika mengurangi berat badan sebelum merencanakan kehamilan. Begitu pula ibu dengan diabetes mellitus (kencing manis), jauh lebih baik jika menormalkan kadar gula darah terlebih dahulu sebelum berencana hamil. Disini pentingnya konseling prekonsepsi untuk menurunkan faktor2 risiko terjadinya preeklampsia.

 

Beberapa hal lain yang diduga dapat mengurangi risiko preeklampsia  saat hamil:

  • ·      Mengurangi konsumsi garam
  • ·      Olahraga teratur
  • ·      Mengurangi intake kalori berlebihan
  • ·      Minum minyak ikan
  • ·      Konsumsi vitamin C dan E

Namun hal diatas belum terbukti kebenarannya dari penelitian.

 

Ada beberapa suplemen saat hamil yang terbukti dapat mengurangi risiko preeklampsia, yaitu dengan pemberian aspirin dosis rendah dan suplementasi kalsium. Namun pemberian obat-obatan ini harus sepengetahuan dokter. Namun pencegahan terbaik preeklampsia adalah melakukan ANC (pemeriksaan kehamilan) secara teratur ke dokter. Sehingga dapat dilakukan monitor tekanan darah, kadar protein urine secara teratur, untuk deteksi dini terjadinya preeklampsia. Sampai saat ini terbukti hanya ANC teratur lah metode terbaik untuk mencegah dan mendeteksi dini preeklampsia.

 

 

Semoga bermanfaat,


 

dr. Muhammad Ilham Aldika Akbar SpOG

Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan

Surabaya

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial