Pemeriksaan TORCH Pada Kehamilan
Kamis, 04 Oktober 2018
drAldi.com
Bagikan

Pemeriksaan TORCH Pada Kehamilan

TORCH adalah singkatan untuk kumpulan penyakit infeksi yang mungkin dapat mengenai ibu hamil (Toxoplasmosis, Other: hepatitis, HIV, varicella, Rubella, Citomegalovirus, Herpes simplex, dan Syphilis). Namun dalam praktik sehari-hari tidak semua pemeriksaan ini dikerjakan secara rutin pada kehamilan. Ada 3 pemeriksaan yang memang wajib dikerjakan selama kehamilan (sesuai rekomendasi dari Kementerian Kesehatan) yaitu Hepatitis, HIV, dan Sifilis. Hal ini telah menjadi program nasional dan dapat dikerjakan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas. Sedangkan istilah pemeriksaan TORCH oleh dokter kandungan umumnya hanya terdiri dari pemeriksaan toxoplasmosis, rubella, dan citomegalovirus. 

 

Kumpulan penyakit ini penting untuk dideteksi pada saat hamil, karena ada risiko penularan kepada janin yang dapat menyebabkan kelainan bawaan, seperti:

·     Katarak

·     Tuli

·     Gangguan kecerdasan

·     Kelainan jantung

·     kelainan organ lainnya

 

Biasanya pemeriksaan TORCH dikerjakan dengan memeriksa adanya antibodi terhadap kuman/virus. Dalam tiap proses infeksi kuman-virus, sistem kekebalan tubuh akan merespon dengan membentuk suatu antibodi yang berfungsi untuk mengeliminasi infeksi. Secara spesifik akan dilakukan pemeriksaan antibodi Ig M dan Ig G. Sederhananya Ig G menunjukkan infeksi yang telah lampau, dan saat ini tidak dalam keadaan infeksi. Sedangkan Ig M menunjukkan proses infeksi yang sedang terjadi saat ini (akut).

 

Pengobatan infeksi TORCH pada kehamilan akan dapat mengurangi risiko penularan ke janin, sehingga risiko terjadinya kelainan bawaan juga akan menurun. Karena itu pemeriksaan ini dianjurkan pada semua ibu hamil sejak awal kehamilan, bahkan lebih baik jika dikerjakan sejak sebelum hamil, sehingga dapat dilakukan pengobatan sedini mungkin. 

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar