Mual Muntah dalam Kehamilan

Mual Muntah dalam Kehamilan

Banyak bumil mengalami mual-muntah dalam kehamilan. Sebagian besar bumil akan mengalami mual muntah ringan, sehingga hal ini bisa dikatakan bagian dari kehamilan yang normal. Pada sebagian kecil mual muntah bisa begitu hebatnya sehingga memerlukan pengobatan, sampai perawatan di RS.

 

50% bumil akan mengalami mual muntah, dengan skala ringan saat hamil muda. Hal ini wajar dan normal. Biasanya disebut “Morning Sickness”, tapi sebenarnya gejala mual muntah bisa terjadi kapan saja tidak hanya di pagi hari.

 

Gejala biasanya ringan, hilang timbul, dimulai 9 minggu dan 90% berakhir pada usia 16 minggu (4 bulan). Namun sebagian bumil bisa mengalami mual muntah sepanjang kehamilannya. Gejala mual muntah bisa berlangsung antara 1-4 jam, bisa mual saja, bisa muntah2 berat sampai timbul kekurangan cairan pada ibu.

 

Sekitar 2-3% wanita mengalami mual muntah berat, berkepanjangan, sampai tjd dehidrasi, ini disebut hiperemesis gravidarumJika terjadi hal ini, merupakan saat wajib untuk mencari pertolongan dari dokter.

 

Apa penyebab mual muntah saat hamil? Pastinya belum diketahui, tapi diduga karena perubahan hormonal saat hamil. Gejala mual muntah biasanya memberat pada hamil kembar/multipel, karena kadar hormon yang juga lebih tinggi. Ada beberapa faktor risiko mual muntah saat hamil: kehamilan pertama, riwayat keluarga juga mua-muntah saat hamil, bayi kembar/multipel, riwayat mabuk saat naik kendaraan, migrain, stres/cemas, obesitas, dan wanita usia muda.

 

Apakah mual muntah mempengaruhi bayi? Jika masih ringan, maka tidak akan pengaruh ke bayi. Justru mual muntah melindungi bayi dari zat2 yang berbahaya selama hamil muda, dimana pembentukan organ sedang berlangsung. Beberapa penelitian bahkan menyatakan bahwa gejala mual-muntah bisa menunjukkan bahwa kehamilan sehat.

 

Jika mual muntah sangat berat sampai ibu dehidrasi (kurang cairan), barulah ini berpengaruh buruk ke bayi. Aliran darah, nutrisi, dan oksigen ke bayi jadi berkurang, sehingga bisa membahayakan bayi dalam rahim. Kapankah bumil mesti periksa ke dokter? Jika mual muntah berlebih, ibu lemas, tidak bisa makan-minum, kencing jarang, berat badan berkurang.

 

Apa langkah2 yang bisa dilakukan untuk mengurangi mual muntah saat hamil?

  • Kurangi porsi makan, tapi persering frekuensinya. Hindari perut kosong, makan tinggi karbohidrat, biskuit, es krim bisa mengurangi gejala mual.
  • Jahe. Jahe terbukti dapat mengurangi gejala mual muntah, bisa melalui minuman atau tablet jahe.
  • Hindari Pencetus.  Makanan tinggi lemak, pedas, bau2an yang menyengat, stres, kecemasan yang bisa memicu gejala.
  • Minum air banyak. Mencegah dehidrasi, mencegah mual muntah. Minum sedikit2 tetapi sering lebih dianjurkan. Air putih adalah minuman terbaik untuk melawan mual. Hindari soda, minuman terlalu manis dan dingin.
  • Istirahat. Kelelahan bisa memicu mual muntah
  • Akupressure. Terbukti tekanan pada titik tertentu di sendi bisa mengurangi mual, tapi ini harus dilakukan ahli yang kompeten.

 

Jika dengan tips dan trik diatas gejala mual muntah tidak berkurang, dan bahkan semakin berat maka bumil sebaiknya menemui dokter untuk membantu mengatasi hal ini. Terkadang obat-obat anti mual diberikan, jika tetap tidak membantu maka perawatan di RS adalah jalan terbaik. Perawatan di RS bertujuan selain mengurangi mual muntah, juga mengatasi dehidrasi (kurang cairan) pada tubuh ibu yang bisa membahayakan ibu maupun janin.

 

Semoga bermanfaat.

 

dr. Aldika Akbar SpOG

Dokter Spesialis Kandungan

Surabaya

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial