Metode Kontrasepsi IUD (Spiral)

Metode Kontrasepsi IUD (Spiral)

Spiral atau #IUD adalah metode Kontrasepsi jangka panjang (3-5 thn) dengan memasukkan alat ke dalam rahim.


Ini contoh bentuk spiral atau #IUD 

proxy?url=http%3A%2F%2F4.bp.blogspot.com%2F-G7yFJJmGMtg%2FUwLxBvXWU0I%2FAAAAAAAAAOI%2FsSxHuNIPyGg%2Fs1600%2Fiud-2.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*


Lokasi #IUD dimasukkan ke dalam rahim, sehingga ibu/suami tidak dapat merasakan, kecuali benangnya di dalam vagina. 


#IUD dimasukkan ke dalam rahim, namun benangnya dikeluarkan lewat mulut rahim ke vagina.

proxy?url=http%3A%2F%2F2.bp.blogspot.com%2F-3E-RZFtzGRs%2FUwLxHWHh_HI%2FAAAAAAAAAOQ%2FckZisUtNri0%2Fs1600%2Fiud.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*


Tujuan mengeluarkan benang #IUD, untuk memudahkan cek #IUD saat kontrol, maupun pengambilannya nanti.


Saat ini ada dua jenis spiral atau #IUD:

1. #IUD yang mengandung bahan Copper (tembaga). 

2. #IUD yang mengandung hormon progestogen, yg dilepas secara pelan dlm jangka lama.


Bagaimana cara kerja #IUD dlm menghambat/mencegah kehamilan?

1. #IUD membunuh sperma yg masuk rahim. 

2. #IUD menghalangi mobilitas sperma ke dlm rahim.

3. #IUD mengentalkan lendir mulut rahim menghalangi sperma masuk rahim.

4. #IUD mencegah pembuahan sel telur oleh sperma. 

5. Jika terjadi pembuahan, #IUD mencegah perlekatan janin ke dinding rahim.


Jadi #IUD bekerja di banyak tempat, menjadikannya sebagai salah satu metode kontrasepsi yang paling efektif.


Untuk #IUD yg hormonal, memiliki efek tambahan menipiskan lapisan dalam rahim, sehingga menyulitkan kehamilan.


Selain itu #IUD hormonal, pada akhirnya akan meniadakan menstruasi selama masa pemakaian KB ini, krn efek hormonal pada rahim.


Seberapa efektif #IUD? atau berapa kecil angka kegagalan #IUD (memakai #IUD tetapi hamil)?


Dengan #IUD tembaga (Copper), maka hanya 6 wanita hamil dari 1000 org yg memakai #IUD ini pada tahun pertama.


#IUD hormonal lebih efektif lagi.


Dengan #IUD hormonal, maka hanya 2 wanita hamil dari 1000 org yg memakai #IUD ini pada tahun pertama.


Kapan seorang wanita bisa memasang #IUD? kapan saja, asal tidak hamil. Sebagian dokter menyarankan insersi #IUD saat menstruasi.


Apa efek samping #IUD setelah pemasangan?


#IUD tembaga, flek2, perdarahan ringan, sampai perdarahan banyak dan memanjang, biasa terjadi pada 3-6 bulan pertama pemakaian.


#IUD hormon, 3-6 bulan pertama bisa didapat flek2, flek di antara menstruasi. Namun semakin lama mens akan berkurang dan bisa berhenti.


Tidak menstruasi saat memakai #IUD hormonal tidak masalah, aman saja.



Saat ibu memutuskan melepas #IUD, maka biasanya kesuburan akan segera kembali.


Ini berbeda dengan KB hormonal lain seperti pil atau suntik, dimana butuh waktu agar kesuburan kembali.


Yang terpenting dalam memilih metode KB adalah mengetahui untung ruginya (advantages-disadvantages).


Keuntungan #IUD

1. Jangka panjang (3-5 thn) 

2. Reversibel 

3. Sangat efektif 

4. Mudah dilepas 

5. Kesuburan segera kembali jika dilepas 

6. Tidak mempengaruhi menyusui dan ASI 

7. Tidak mempengaruhi hub suami-istri 

8. Tidak ada peningkatan risiko kanker 

9. #IUD mengurangi nyeri dan banyaknya menstruasi 

10. #IUD hormonal bisa sekaligus mengobati #endometriosis


Apa risiko atau kerugian pemakaian #IUD?

1. Perlu prosedur khusus untuk memasukkannya 

2. Bisa ada kram/nyeri perut saat pemasangan atau pelepasan #IUD

3. Risiko luka/robekan rahim saat pemasangan (1:1000) 

4. Risiko gagal/hamil meski kecil (2-6: 1000)

5. Risiko penyebaran infeksi jika ada infeksi dalam rahim 

6. Reaksi alergi (sgt jarang) 

7. Menstruasi lbh banyak dan lama (#IUD tembaga)

8. Risiko ekspulsi (keluarnya #IUD spontan/dgn sendirinya), meski kecil (5%)


Semua wanita tidak hamil bisa memakai #IUD#IUD hormon bahkan membantu untuk wanita yg bermasalah dgn menstruasinya (banyak atau nyeri)


Yg tidak bisa memakai #IUD? wanita dengan kecurigaan infeksi dalam rahim.


Biasanya setelah pemasangan #IUD, dokter akan memeriksa (kontrol) tiap bulan utk memastikan lokasi #IUD baik.


Selain itu saat kontrol akan dibahas tentang efek samping yang dialami akseptor serta penanganannya.


Diluar jadwal kontrol rutin, ibu dgn #IUD wajib segera periksa ke dokter kandungan jika: 

1. Nyeri menstruasi hebat/banyak

2. Merasa #IUD keluar dengan sendirinya 

3. Curiga hamil


Pemakaian #IUD hormon memang "kesannya" lebih mahal, namun jika dihitung dengan KB pil contohnya dalam jangka waktu yg sama (5 thn), maka pemakaian KB #IUD hormonal masih lebih murah. Dengan bbrp keuntungan tambahan dibanding metode hormonal lainnya.


#IUD hormonal bagus untuk wanita yang bermasalah dengan menstruasinya (jumlah banyak atau ada nyeri #endometriosis)


Karena hormonal #IUD bekerja lokal di rahim, maka efek samping hormon pada tubuh jauh lebih minimal dibanding pil KB atau suntik.


dr. Aldika Akbar SpOG

Dokter Spesialis Kandungan Surabaya

RS UNAIR

National Hospital 

Surabaya

Komentar

  • nita
    nita
    Jum'at, 05 September 2014

    Selamat siang Dokter. Dokter, saya wanita menyusui.baby usia 6 bln.Saat ini memakai kontrasepsi pil laktasi sudah 1,5 bln.Sebenarnya saya ingin menggunakan iud, tp oleh ibu saya (bidan) tdk boleh karena sebelum memiliki anak setiap menstruasi selalu banyak sampai anemia. Kmd bisa hamil kmrn harus progam, krn di diagnosis menderita PCOS, menstruasi bisa 5 bulan sekali, bisa sebulan 2 kali..Selain itu setelah saya memakai pil, menstruasi terus.Apakah saya aman bila memakai iud Dokter? Terima kasih

  • Ria
    Ria
    Rabu, 17 September 2014

    Dokter umur saya 41 thn sudah dari 2009 saya tidak pakai alat KB apapun karna baru ketauan kalau rahim saya ada 2 pintu jd tidak bisa pakai alat KB itu menurut dokter saya di Bandung, nah dokter saya ingin pakai alat KB tapi yang bagaimana yang cocok dengan bentuk rahim saya.

  • dr. Aldi SpOG
    dr. Aldi SpOG
    Sabtu, 22 November 2014

    Terima kasih telah memberikan komentar, saya akan coba menjawab: 1) Untuk ibu nita, IUD konvensional memiliki risiko perdarahan saat menstruasi lebih banyak, sehingga ini bisa berisiko kekurangan darah jika ibu memiliki penyakit gangguan darah. Namun saat ini sudah tersedia IUD dengan hormonal, yang justru bisa mengurangi perdarahan mens sampai tidak mens sama sekali saat dipakai, mungkin ini bisa menjadi pilihan yang cukup aman. 2) Untuk ibu ria, jika dirasa kesulitan untuk memakai Kb iud karena faktor teknis (anatomi rahim yang berbeda sehingga menyuulitkan pemasangan), maka ibu bisa mempertimbangkan metode KB yang lain, seperti Pil atau suntik. Semoga bermanfaat

  • septi
    septi
    Jum'at, 11 September 2015

    pagi dokter, saya seorang ibu mempunyai satu anak yang sudah mengikuti program kb iud selama 2 tahun...infeksi apa saja yang terjadi jika iud nya itu ada masalah?jika terjadi infeksi mungkinkah menyebabkan kelenjar getah bening disekitar selangkangan menjadi membesar?bolehkah kontrol iud saat sedang haid? terimakasih dokter

  • Endah rosana
    Endah rosana
    Jum'at, 18 September 2015

    Siang dokter... saya pengguna iud baru tgl 25 juli 2015 kmrn, utk bln sptember skr menstruasi nya 1 bln 2x, apakah wajar dok? Trims

Tambahkan Komentar

Testimonial