Memilih Metode Kontrasepsi Yang Tepat

Memilih Metode Kontrasepsi Yang Tepat

Seperti kita ketahui bahwa pengaturan kehamilan menjadi kebutuhan yang mutlak bagi keluarga saat ini. Dengan mengatur jarak kehamilan, memiliki dampak positif terkait penurunan risiko kehamilan, tumbuh kembang anak sebelumnya, sampai faktor sosio-ekonomi keluarga. Karena itu metode kontrasepsi menjadi pilihan dalam pengaturan kehamilan.

 

Metode kontrasepsi yang tersedia cukup banyak, sehingga pasangan cukup bingung dalam memilih metode kontrasepsi yang terbaik baginya. Pemilihan kontrasepsi yang tepat membutuhkan pasangan untuk memiliki informasi yang akurat, serta komunikasi yang baik antar mereka. Pertimbangan tentang efektivitas, keamanan, efek samping mesti diseimbangkan dengan kenyamanan, harga, dan kepatuhan pemakai KB (kita sebut saja akseptor).

 

Pemilihan metode KB ditentukan oleh banyak faktor, seperti kesehatan secara umum, gaya hidup, kepatuhan akseptor, risiko terkena penyakit menular seksual, berapa lama ingin KB, seberapa penting untuk tidak hamil, dll. Tidak ada KB yang terbaik bagi semua orang, yg ada adalah KB terbaik bagi tiap individu.

 

Jenis2 metode KB sangat banyak, karena itu saya hanya menjelaskan yang umum dipakai di Indonesia saja. Secara sederhana KB bisa dibagi menjadi dua: KB Hormonal (memakai hormon) dan KB non Hormonal (tidak ada hormon).  KB hormonal terdiri dari: pil, suntik, implan, dan spiral dengan hormon. KB non hormon terdiri dari: spiral (IUD), metode barier (kondom laki/wanita, diafragma), dan metode sterilisasi (baik untuk perempuan atau laki-laki).

 

img-1413801397.jpg

KB hormonal secara umum memiliki efek samping sakit kepala, mual, jerawat, meningkatkan nafsu makan, nyeri payudara, pada beberapa orang yang tidak cocok memakainya. Dan saat baru2 memakainya akan ada masa adapatasi dimana terjadi flek2, atau gangguan menstruasi.

 

KB Pil, ini adalah jenis KB yang paling umum digunakan. Jenis KB ini menuntut kepatuhan yang tinggi dari akseptor, karena harus meminum obat KB secara teratur. KB Pil sendiri terbagi dua yaitu pil kombinasi dan mini pil.

 

Pil Kombinasi, terdiri dari hormon estrogen dan progesteron, bekerja dengan mencegah ovulasi (keluarnya sel telur dari tempatnya), dan menebalkan cairan lendir di mulut rahim sehingga mencegah sperma masuk ke dalam rahim. KB ini tidak direkomendasikan untuk wanita dengan risiko penyakit jantung, seperti perokok atau usia > 35 tahun.

 

Mini Pil, hanya mengandung hormon progesteron saja. Bekerja dengan menebalkan lendir mulut rahim, mencegah sperma masuk ke dalam rahim. Tidak seefektif pil KB kombinasi, dan harus diminum dalam waktu yg sama tiap hari. KB ini bisa digunakan untuk ibu menyusui, karena tidak punya pengaruh mengurangi produksi ASI.

 

KB suntik, ada yang bulanan dan 3 bulanan. KB suntik bulanan mengandung estrogen dan progesteron, sehingga ibu akan tetap menstruasi rutin. Sedangkan KB 3 bulan, hanya mengandung progesteron, sifatnya menumpuk di dalam tubuh, dan nantinya akan berhenti menstruasi selama memakai KB ini. KB 3 bulanan ini juga bisa dipakai untuk ibu menyusui. Namun KB ini nantinya jika berhenti maka kembalinya ke kesuburan jg memerlukan waktu, tidak bisa langsung.

 

Untuk KB non hormonal, berarti tidak mengandung hormon estrogen maupun progesteron. Macam2 KB ini seperti spiral (IUD), barier (kondom), atau KB permanen (sterilisasi).

 

KB IUD, artinya memasukkan benda yg terbuat dari plastik dengan tambahan tembaga atau hormon ke dalam rahim. Masa kerjanya bervariasi, namun dalam jangka panjang (3, 5, 10 tahun). IUD dapat dipasang dan dilepas kapan saja, dan kembalinya kesuburan sangat cepat (kecuali yang hormonal). IUD bekerja dengan merubah suasana rahim sehingga dapat membunuh sperma yang masuk ke dalamnya. Jika sperma berhasil membuahi sel telur, maka tidak akan bisa tertanam di dalam lapisan rahim. Efek samping IUD biasanya menstruasi menjadi memanjang, dan banyak.

 

Kondom, metode barier karena menghalangi bertemunya sperma dengan sel telur. Metode ini memiliki keuntungan dapat mencegah penularan/transmisi penyakit menular seksual antar pasangan. Metode ini cukup mudah, murah, namun memerlukan pengetahuan yang benar mengenai cara pemakaian.

 

Sterilisasi adalah metode KB permanen (menetap), yang dilakukan dengan memotong atau mengikat saluran telur wanita yang menjadi jalan dari sel telur menuju ke dalam rahim. Ini merupakan tindakan operatif yang memerlukan pembiusan, sehingga ada risiko pembiusan. Namun sangat efektif, dan mencegah untuk memiliki anak secara efektif. Sterilisasi juga bisa dikerjakan pada pria.

img-1413801564.gif

 

Ada lagi metode KB secara natural, berdasar pemahaman mengenai siklus menstruasi. Metode ini cukup sulit, membutuhkan komitmen yang tinggi dari pasangan, dan memiliki risiko kegagalan yang lebih besar dari metode yang lain. Ini bisa disebut metode kalender, atau cara lain dengan menyusui bayi.


img-1413801437.tab1


Berikut adalah gambaran efektifitas berbagai metode KB, dari yang paling efektif sampai yang paling tidak efektif.

img-1413801619.JPG

Komentar

  • Rabu, 22 Oktober 2014

    dok, sy memakai alat kontrasepsi iud. dan mngalami keputihan yg bikin tdk nyaman. sebaiknya diapain ya?harus dilepaskah?

  • dr. Aldi SpOG
    dr. Aldi SpOG
    Sabtu, 22 November 2014

    Terima kasih telah memberikan komentar, Jika keputihan berlangsung terus menerus, tidak nyaman, menggangu, dan ada tanda2 infeksi (melalui pemeriksaan dokter kandungan) bisa dipertimbangkan untuk lepas iud dan ganti metode KB lainnya.

  • amalia
    amalia
    Minggu, 23 November 2014

    Dok dari sejak melahirkan anak bulan februari smp sekarang saya blm dpt menstruasi lg..bisa ga sih dok kalau saya mau KB,kira2 KB ap yg cocok utk ibu menyusui??

  • Rina
    Rina
    Rabu, 18 Februari 2015

    Salam dokter, dok saya menggunakan iud mulai 1 desember 2014, sejak pakai iud keluhan saya haidnya jadi lebih lama antara 10-14 hari. Dalam 1 bulan bisa 2x haid, dlm sebulan waktu 'bersihnya' cuma seminggu, kemudian saya diresepkan norelut dan tramifen karena haidnya dan rasa nyeri pinggang yg sangat, diminum 2x1 selama 10 hari. Tapi tetap haidnya belum teratur juga. Dan terakhir di tgl 30 januari 2015 saya disarankan menggunakan YAZ dari bayer, 2 hari penggunaan haid saya berhenti. Oh ya haid terakhir saya di tgl 20 januari 2015 - 2 februari 2015. Tapi sebelum YAZ nya habis saya sudah haid lg di tgl 15 februari, itu kenapa ya dokter? Apakah saya tidak cocok menggunakan kb IUD Nova T dan kb hormonal (pil) ? Haruskah saya lepas IUD nya? Atau menunggu 1 siklus lagi ya dokter, oh ya setiap kali di USG tidak ada masalah dengan IUD nya , tetap pada posisinya. Siklus normal saya 28 hari. Terimakasih untuk bantuannya dokter

Tambahkan Komentar

Testimonial