Letak Sungsang

Letak Sungsang

Persalinan normal terjadi dengan keluarnya kepala terlebih dahulu diikuti seluruh badan. Sebagian besar bayi beberapa minggu sebelum persalinan akan menempati posisi bersalin, dengan kepala bergerak mendekati jalan lahir. Jika proses ini gagal, maka pantat/kaki bayi akan lebih dekat dengan jalan lahir, untuk dilahirkan terlebih dahulu. Ini disebut letak sungsang, dimana kepala terletak di atas, dan pantat bayi di dekat jalan lahir. Ini terjadi pada 3-4% persalinan. Persentase letak sungsang akan semakin menurun dengan meningkatnya usia kehamilan. Misal usia kehamilan < 28 minggu presentase letak sungsang 22%, menurun menjadi 1-3% saat aterm (9 bulan). Sehingga jika didapatkan letak sungsang sebelum 9 bulan itu masih normal, diharapkan mendekati persalinan bayi akan merubah posisinya menjadi letak kepala.

 

Apa penyebab terjadinya letak sungsang? penyebab pastinya belum jelas, namun ada beberapa faktor predisposisi yang meningkatkan risiko terjadinya letak sungsang. Beberapa faktor risiko itu meliputi:

·      Kehamilan multipel (kembar, triplet, dan seterunya)

·      Jika ada riwayat persalinan prematur

·      Jika jumlah air ketuban terlalu sedikit atau terlalu banyak

·      Jika ada kelainan bentuk rahim, misal ada tumor jinak (myoma)

·      Ada kelainan letak placenta/ari-ari (placenta previa)

·      Kelainan/kecacatan bawaan janin (17% ditemukan pada letak sungsang bayi preterm)

 

Letak sungsang diketahui dari pemeriksaan fisik atau USG yang dikerjakan oleh dokter. Meskipun sebagian bayi dengan letak sungsang bisa lahir normal lewat vagina, namun tidak seaman letak kepala. Ada beberapa risiko yang lebih tinggi melahirkan bayi letak sungsang lewat vagina. Bayi sungsang biasanya lebih kecil, sehingga risiko cedera pada kepala lebih besar jika lahir normal. Kemudian ada risiko kepala bayi tertahan/tidak bisa keluar dari jalan lahir meskipun badan bayi sudah keluar. Ini karena ukuran kepala bayi lebih besar dari badan dan kaki (apalagi bayi prematur), sehingga lahirnya kepala dan badan tidak jaminan kepala bayi bisa lahir. Jika kepala bayi terjepit seperti ini, maka ada risiko kematian bayi. Ini berbeda dengan letak kepala/normal, dengan bagian terendah bayi di jalan lahir adalah kepala (yang merupakan bagian terbesar bayi). Jika kepala tidak bisa lahir, maka seluru tubuh tidak lahir sehingga bayi masih aman untuk dilahirkan secara sesar, berbeda dengan letak sungsang tadi dimana kepala bayi bisa terjepit dan mengakibatkan kematian. Pada letak sungsang juga sering terjadi tali pusat bayi keluar di jalan lahir, yang mengakibatkan kegawatan janin juga, ini karena bagian bokong atau kaki tidak bisa menutup bagian bawah jalan lahir pada letak sungsang. Mengingat begitu banyaknya komplikasi persalinan letak sungsang, dokter dan saya sendiri lebih menyarankan untuk menjalani operasi sesar pada letak sungsang, untuk keselamatan bayi. Memang operasi sesar juga memiliki risiko (seperti perdarahan, infeksi, dll) namun keuntungan untuk bayi lebih besar dari risiko tersebut.

 

Apakah letak sungsang bisa diubah? ada beberapa cara natural yang bisa dicoba untuk mengubah letak sungsang menjadi letak normal. Yang pertama adalah sering2 sujud (dengan meninggikan pantat) yang agak lama, diulang minimal 3x sehari. Kemudian ibu bisa banyak meminum air putih, untuk menambah jumlah air ketuban supaya memudahkan mobilitas janin dalam rahim. Cara lain adalah mendengarkan musik kepada bayi, dengan menempel headphone di bagian bawah perut sehingga bayi akan bergerak mencari sumber suara.

 

Semoga bermanfaat

 

dr. Aldika Akbar SpOG

Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan

Surabaya

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial