Kencing Manis Saat Hamil (Diabetes Mellitus Gestasional)

Kencing Manis Saat Hamil (Diabetes Mellitus Gestasional)

Diabetes Melitus (DM), atau kencing manis, kita semua tentu sudah mengetahui dan sering mendengarnya. Namun belum banyak yang mengetahui bahwa ibu hamil memiliki risiko tinggi terkena DM, meskipun sebelumnya normal. Ini disebabkan saat hamil, terjadi peningkatan kadar hormon2 tertentu yang menyebabkan sel tubuh ibu menjadi lebih resisten (kebal) terhadap gula. Tujuannya adalah supaya gula darah tidak di”habiskan” sendiri oleh ibu, tetapi dikirim menuju bayi untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

 

Karena keadaan yang lebih resisten inilah yang menyebabkan bumil lebih rentan terkena DM saat hamil. DM saat hamil (biasa disebut DM Gestasional), biasanya muncul hanya saat hamil dan menghilang setelah melahirkan. Ini berbeda dengan ibu yang sudah memiliki DM sebelum hamil. 

 

Kurang lebih 2-5% bumil akan mengalami DM gestasional, bisa sampai 7-9% jika bumil memiliki faktor risiko.  Faktor risiko ibu terkena DM gestasional meliputi riwayat keluarga DM,  usia > 35 tahun, obesitas (kegemukan), dll.  Gejala2 DM gestasional meliputi: ditemukan gula di air kencing, haus berlebihan, sering minum, sering kencing, kelelahan, mual, sering infeksi saluran kencing, vagina atau kulit, gangguan penglihatan dll.

img-1415022439.jpg 

Penyakit ini bisa dideteksi secara dini dengan melakukan skrining pemeriksaan gula darah secara rutin pada usia kehamilan 24-28 minggu. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memeriksa gula darah setelah bumil meminum larutan gula dengan kadar tertentu, setelah sebelumnya puasa. Jika hasilnya di atas normal, maka perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendiagnosis dengan pasti kejadian DM gestasional.

 

DM Gestasional dengan kadar gula darah yang sangat tinggi (tidak terkontrol), memiliki banyak risiko baik pada ibu maupun bayi. Ini meliputi bayi besar, kelahiran prematur, risiko kematian janin dalam rahim, risiko kematian janin mendadak, risiko operasi sesar lebih tinggi. Dengan penanganan dan kontrol gula darah yang baik maka risiko2 ini bisa diminimalisir.

 

Jika bumil terdiagnosa DM gestasional, maka hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengontrol kadar gula darah ibu. Ada beberapa hal yang bisa dikerjakan bumil, dengan advis dan bantuan dokter untuk mengontrol kadar gula darah tetap normal, seperti: diet yang sesuai, olahraga, monitor sendiri kadar gula darah harian, dan terapi insulin jika diperlukan.


img-1415022458.jpg

 

Skrining dan deteksi sejak dini adalah hal terpenting yang bisa dikerjakan untuk meminimalisir risiko berbagai macam komplikasi yang disebabkan oleh DM Gestasional. Jadi jika dokter kandungan menyarankan pemeriksaan darah/urine/laboratorium sebaiknya dipatuhi/dikerjakan karena itu juga sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin.

 

Semoga bermanfaat.

Komentar

  • gyna
    gyna
    Rabu, 12 November 2014

    Salam dokter :) Saya mau bertanya beberapa hal: 1.Dikatakan DM gestasional itu kalau setelah melahirkan gula darah masih tinggi sampai minggu ke berapa dok? 2.Berapa kadar normal GDS ibu hamil dok? 3. Jika selama kehamilan kadar GDS ibu tinggi,apa perlu di terapi dok? Mohon dijawab ya dokter,terimakasih.

  • dr. Aldi SpOG
    dr. Aldi SpOG
    Sabtu, 22 November 2014

    Terima kasih telah memberikan komen bu, jawaban saya: 1. DM gestasional jika setelah 6 minggu post melahirkan maka gula darah akan kembali normal, karena DM gestasional hanya muncul saat hamil saja. 2. Normalnya GDA < 200 3. JIka kadar gula tinggi maka harus diterapi karena jika tidak akan menimbulkan banyak komplikasi yang membahayakan ibu dan janin.

Tambahkan Komentar

Testimonial