Kehamilan Kembar

Kehamilan Kembar

Saat hamil, terkadang ibu mendapat berita mengejutkan bahwa janin yang dikandungnya kembar.

Ayah-ibu akan sangat gembira mendengar kabar ini, tapi tahukah anda bahwa kehamilan kembar itu memiliki risiko lebih tinggi? Kehamilan kembar bisa terjadi krn berbagai faktor: usia ibu makin tua, program bayi tabung, obat penyubur, atau keturunan. Terkadang tidak ada faktor risiko apa2 dan terjadi kehamilan kembar.


Ada dua jenis kembar secara umum: 1. yang berasal dari dua sel telur, 2. Yang berasal dari satu sel telur (identik). Kembar dari dua sel telur (dizigotik) dibuahi oleh dua sperma, mereka seperti kakak-adik biasa namun lahir bersamaan. Kembar satu sel telur (monozigotik) dibuahi satu sperma, dalam prosesnya kemudian membelah menjadi dua. 


Cepat atau lambatnya proses pembelahan ini yang menentukan komplikasi apa yang akan dimiliki janin kembar. Jika pembelahan sudah terlalu lama bisa terjadi kembar siam. Kembar identik secara genetik sama, jenis kelamin sama, dengan sifat2 yang sama persis.


Kehamilan kembar biasanya didiagnosa dari pemeriksaan USG, dari kecurigaan ukuran rahim lebih besar dari normal. Kehamilan kembar bisa memiliki 1 atau 2 plasenta, 1 atau 2 amnion. Kehamilan kembar dengan 1 placenta (monochorionik) memiliki risiko tinggi berbagai komplikasi.


Apa saja komplikasi yang bisa terjadi pada kehamilan kembar?

  • Pada ibu, kembar meningkatkan gejala kehamilan, mual-muntah lebih hebat, dispepsia, nyeri punggung dll.
  • Kehamilan kembar jg meningkatkan risiko Preeklampsia (hipertensi dalam kehamilan), dan Diabetes Melitus.
  • Kehamilan kembar memiliki risiko persalinan prematur lebih tinggi. Semakin banyak janin maka semakin tinggi pula risiko.
  • Pada kembar monokorionik bisa terjadi berbagai komplikasi khas: transfusi darah dari satu janin ke janin lain, pertumbuhan terhambat satu janin saja, kelainan bawaan satu janin, dll.
  • Jika hamil kembar dengan satu amnion saja maka risiko kematian janin tinggi krn saling terbelitnya tali pusat janin.
  • Kehamilan kembar memiliki risiko operasi cesar lebih tinggi.


Apa yang harus dilakukan ibu dengan kehamilan kembar?

  • Persering frekuensi kunjungan ke dokter. Ini penting untuk memantau komplikasi2 yang mungkin timbul dari kehamilan kembar.
  • Kehamilan monokorionik umumnya lebih baik ditangani dokter kandungan fetomaternal, krn risiko komplikasi tinggi.
  • Pastikan asupan gizi dan nutrisi cukup, karena kini harus memenuhi kebutuhan dua janin bersamaan.
  • Pada hamil kembar suplemen multivitamin adalah wajib, diet sehat terus dipertahankan.
  • Menambah berat badan lebih banyak, untuk yg BMI nya normal sebelum hamil disarankan naik 17-25 kg/9 bulan.
  • Lebih berhati-hati, mengurangi aktivitas berlebihan, dan perbanyak istirahat.


Karena risiko kelahiran prematur bayi kembar sangat tinggi, maka orang tua harus menyiapkan semua utk mengantisipasinya. Termasuk biaya, fisik, mental, jika bayi lahir prematur dan dirawat di NICU (perawatan intensif).


Demikian sekilas informasi tentang kehamilan kembar, semoga manfaat. 


dr. Aldika Akbar SpOG

Dokter Spesialis Kandungan Surabaya

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial