Keguguran Berulang

Keguguran Berulang

Apa yang dimaksud keguguran berulang?

Terjadinya keguguran (berakhirnya/keluarnya kehamilan secara spontan sebelum usia kehamilan 20 minggu) pada seorang wanita > 2x

 

Apa Penyebabnya?

  • Sebagian besar tidak diketahui (50-60 %)
  • Kelainan kromosom janin: Kromosom adalah struktur dalam sel tubuh janin yang mengandung ribuan gen, yang berfungsi menentukan normal tidaknya struktur dan fungsi organ tubuh yang berkembang. Kelainan ini terjadi sporadis, random, dan sangat jarang. Tidak ada penyebab pasti, namun salah satu faktor risiko adalah usia ibu yang tua saat hamil. Terkadang juga karena ada kelainan kromosom pada ayah maupun ibu.
  • Adanya kelainan anatomi dari rahim
  • Penyakit autoimun pada ibu: pada kondisi ini sistim kekebalan tubuh ibu menyerang sendiri proses kehamilan dan janin.
  • Penyakit endokrin: diabetes mellitus (kencing manis) atau penyakit tiroid
  • Lain-lain: Kelainan hormon, kelainan pembekuan darah

 

Apa yang dilakukan dokter untuk mencari penyebab keguguran berulang yang terjadi pada pasien?

  • Wawancara riwayat penyakit dahulu, riwayat kehamilan, siklus menstruasi, kondisi medis dan lain-lain
  • Melakukan pemeriksaan fisik, meliputi pemeriksaan panggul, kemaluan, dan organ dalam wanita
  • Pemeriksaan darah: untuk mencari adakah kelainan autoimun, pembekuan darah, dan kadar hormon
  • Pemeriksaan USG
  • Pemeriksaan kromosom (jika memungkinkan)

 

Apa yang harus dikerjakan ibu untuk mencegah keguguran berulang?

  • Konseling prekonsepsi (program hamil/persiapan kehamilan), pembahasan mengenai hal ini ada di artikel lain
  • Menerapkan pola hidup sehat
  • Diet sehat (banyak sayur, buah, kurangi lemak, dan banyak minum air putih)
  • Olahraga rutin
  • Hindari rokok, alkohol, NAPZA, dan bahan-bahan berbahaya lainnya
  • Normalkan berat badan
  • Cek dokter rutin untuk mengobati penyakit medis

 

Apakah wanita dengan keguguran berulang bisa punya anak?

Banyak wanita dengan riwayat keguguran berulang berhasil punya anak. Namun ini semua harus diawali dengan konsultasi intensif sejak dini (sebelum hamil) ke dokter untuk menyiapkan kehamilan dengan baik (konseling prekonsepsi)

 

Semoga bermanfaat,

 

 

dr. M. Ilham Aldika Akbar SpOG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Surabaya

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial