Bolehkah berhubungan intim saat hamil?

Bolehkah berhubungan intim saat hamil?

Adanya kehamilan seringkali menyebabkan perubahan pola/aktivitas seksual pasangan, jangankan melakukan, membicarakannya saja pada sebagian besar pasangan menjadi hal yang tabu. Ketidak-mengertian, budaya/kepercayaan, rasa takut, cemas, ketidak-nyamanan, pikiran yang terpusat pada persalinan dan kehidupan setelah memiliki anak, menjadi penghalang aktivitas seksual saat hamil. 


Amankah dan bolehkah sebenarnya suami-istri melakukan aktivitas seksual saat kehamilan?Hubungan seksual Aman dilakukan pada usia kehamilan berapapun, asalkan kehamilannya normal/risiko rendah (tidak memiliki komplikasi penyakit tertentu). Meskipun boleh melakukan aktivitas seksual, namun seringkali ibu merasa kehilangan gairah/keinginan untuk melakukan hubungan seksual, terutama pada trimester akhir (3 bulan terakhir). Hal ini disebabkan perut yang semakin membesar membuat aktivitas menjadi tidak nyaman, adanya pikiran yang terpusat (preokupasi) pada proses kelahiran dan kehidupan setelah memiliki anak.


Suami harus menyadari hal ini, dan tidak memaksa, keintiman dengan pasangan tetap perlu dan dapat ditunjukkan dengan hal lain: perhatian, sentuhan ringan, kecupan, pelukan, dukungan psikologis dan hal-hal kecil lainnya (makan malam romantis, menonton film bersama dll). Dan yang terpenting lagi adalah Komunikasi, komunikasikan sedetail-detailnya dengan istri/suami mengenai hubungan seksual anda, apa yang dirasakan, hal apa yang membuat nyaman/tidak nyaman, apa yang diinginkan, apa yang disukai atau tidak, apakah telah mencapai kepuasan (orgasme) atau tidak, dan lain-lain. Kunci keberhasilan hubungan seksual yang sehat ada pada Komunikasi.


Kapan hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan saat hamil? Jika kehamilannya berisiko tinggi, seperti:


  • Ada riwayat keguguran sebelumnya 
  •  Ada riwayat perdarahan, kontraksi saat hamil muda pada kehamilan ini 
  •  Ada riwayat melahirkan prematur sebelumnya 
  •  Keluarnya air ketuban dari kemaluan (Ketuban Pecah Dini/Prematur) 
  •  Posisi placenta di bawah (Placenta Previa) 
  •  Kehamilan multipel (kembar/triplet) 
  •  Inkompetensi serviks


Hal yang tidak boleh dilakukan saat berhubungan seksual: jika suami melakukan oral seks, maka tidak boleh meniup di area vagina, karena hal ini bisa menyebabkan masukanya udara ke dalam pembuluh darah, dan menyebabkan Emboli, suatu keadaan yang sangat gawat dan bisa menyebabkan kematian pada ibu & janin. Mengenai posisi, sebaiknya posisi yang paling nyaman untuk ibu dan tidak membebani ibu terlalu berlebihan.


Pastikan kondisi anda baik-baik saja dan kehamilan anda tidak berisiko sebelum melakukan hubungan seksual. Pastikan kondisi kehamilan anda dengan memeriksakan diri ke dokter kandungan anda.  


Enjoy your sexual activity during pregnancy.


dr. Aldika Akbar SpOG

Dokter Spesialis Kandungan Surabaya

Komentar

  • tri
    tri
    Jum'at, 13 Februari 2015

    Dok saya sedang hamil kurang lebih 3bln,setelah hub.intim waktu kencing kluar darah dok.apa itu wajar ato saya mengalami keguguran dok?

Tambahkan Komentar

Testimonial